• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Berita Sirkulasi Terkini
Advertisement
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Seni Budaya
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Hiburan
No Result
View All Result
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Seni Budaya
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Hiburan
No Result
View All Result
Berita Sirkulasi Terkini
No Result
View All Result

Beranda » Blog » Indonesia Memperkuat Deteksi Dini Penularan Virus Nipah yang Mengancam

Indonesia Memperkuat Deteksi Dini Penularan Virus Nipah yang Mengancam

Redaksi by Redaksi
Februari 9, 2026
in Kesehatan
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi
232
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Jakarta, Sirkulasi | Meski belum ditemukan kasus Virus Nipah di Indonesia, ancaman virus nipah yang menghantui kawasan Asia Selatan, juga membuat khawatir khususnya di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI telah menyiapkan langkah pencegahan berlapis.

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, sumber penularan virus tersebut sangat sederhana, bukan dari udara dan bukan pula dari sentuhan acak. Penularan virus ini bisa melalui buah yang telah terbuka dan terkontaminasi oleh gigitan hewan Kelelawar.

“Penyakit ini penularannya lewat buah yang sudah digigit kelelawar, karena ludahnya masuk ke sana. Jadi kalau bisa jangan makan buah yang terbuka,” kata Budi Gunadi Sadikin.

Lebih lanjut, Menkes Budi menyarankan langkah paling sederhana, dengan mengelupas buah sendiri atau makan makanan matang. Kalau bisa makan jeruk yang tertutup lalu dikelupas sendiri atau lebih aman lagi makan nasi sama daging yang dimasak,” katanya.

BacaJuga

Antisipasi Atas Merebaknya Virus Nipah, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Tingkatkan Pengawasan Penumpang

Januari 28, 2026

Tercatat Ada 62 Kasus ‘Super Flu’ Di Indonesia, Apa Saja Gejalanya Dan Apakah Meningkatkan Risiko Kematian?

Januari 4, 2026

Secara global, Menkes menjelaskan virus nipah dikenal memiliki fatality rate tinggi, bahkan bisa mencapai lebih dari 40–70 persen pada sejumlah wabah. Artinya, lebih dari separuh pasien bisa meninggal.

“Catatannya fatality rate-nya tinggi. Kalau orang kena, kemungkinan meninggalnya besar,” ucap Budi.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Murti Utami menjelaskan, virus ini berasal dari kelelawar buah sebagai inang alami. Virus kemudian menyebar dari kelelawar ke babi ternak, lalu menginfeksi manusia hingga menular melalui kontak erat.

“Virus nipah memiliki inang alami kelelawar buah. Lalu dapat menular melalui hewan perantara seperti babi,” ucap Murti.

Murti menegaskan penularan virus nipah tidak berhenti dari situ saja, mengkonsumsi nira atau aren mentah juga berisiko. Pasalnya, cairan tersebut sering terkontaminasi kelelawar pada malam hari.

“Sebelum mengonsumsi aren atau nira sebaiknya dimasak terlebih dahulu,” ujarnya. Gejalanya menyerupai flu ringan, namun dapat berkembang cepat menjadi infeksi paru berat hingga radang otak mematikan.

Murti juga mengatakan beberapa pasien bahkan meninggal dalam keadaan hitungan hari. “Manifestasi klinisnya bervariasi, dari gejala ringan sampai kondisi berat yang mengancam jiwa,” kata Murti.

Secara resmi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa Indonesia belum mencatat kasus konfirmasi. “Hingga saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi penyakit virus nipah pada manusia di Indonesia,” ucap Murti menegaskan.

Namun penelitian dalam negeri menemukan antibodi dan jejak virus pada kelelawar buah. Artinya, sumber alami virus sudah ada. Dengan mobilitas manusia lintas negara yang tinggi, peluang masuknya virus tetap terbuka.

Di balik pernyataan publik, Kemenkes sebenarnya sudah mempersiapkan sistem deteksi. Reagen PCR telah disiapkan dan disebar ke laboratorium rujukan, terutama di kawasan timur Indonesia.

Setiap kasus pneumonia berat, ISPA, atau batuk lama kini dianalisis lebih detail. “Sekarang kita siapkan screening-nya, masih pakai PCR dan reagen-reagennya sudah siap. Kalau ada yang dicurigai, langsung kita periksa,” kata Murti.

Pendekatan ini mirip pada masa Pandemi Covid-19 mulai dari deteksi dini, pelacakan cepat, isolasi segera. Namun pemerintah belum melihat urgensi menutup perbatasan.

“WHO juga tidak merekomendasikan nutup border. Karena kasusnya masih sangat sedikit,” ujarnya.

Kewaspadaan meningkat setelah India kembali melaporkan kasus, dua tenaga kesehatan terinfeksi di West Bengal. Lebih dari 120 kontak erat harus dikarantina.

Juru Bicara Kemenkes Widyawati memastikan Indonesia terus memantau. “Setiap informasi terbaru kami analisis untuk memastikan respons cepat jika ada potensi risiko masuk ke Indonesia,” katanya.

Epidemiolog Gilbert Simanjuntak mengingatkan virus nipah tidak menyebar bebas di udara seperti influenza atau Covid-19. Artinya, pencegahan masih sangat mungkin dilakukan.

“Penularan ini bukan seperti virus biasa yang lewat udara. Jadi bukan sekadar pakai masker lalu aman. Kontak erat dan makanan terkontaminasi justru lebih berisiko,” ucapnya.

Pada akhirnya, perlindungan pertama ada di tangan masyarakat sendiri mulai dari mencuci, mengupas dan memasak. Kebiasaan kecil yang bisa menjadi pembatas antara sehat dan wabah.

Ancaman nipah mungkin belum tiba. Tapi sejarah pandemi mengajarkan satu hal: kesiapan selalu lebih murah daripada penyesalan.(ade)

Tags: Menteri KesehatanpandemiVirusVirus Nipah
Tweet2Share4SendShare
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Kesehatan

Antisipasi Atas Merebaknya Virus Nipah, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Tingkatkan Pengawasan Penumpang

Januari 28, 2026
Kesehatan

Tercatat Ada 62 Kasus ‘Super Flu’ Di Indonesia, Apa Saja Gejalanya Dan Apakah Meningkatkan Risiko Kematian?

Januari 4, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Diganti Naniek Deyang

Juni 2, 2026

JMSI Cabang Kota Kendari Dibekukan, Akan Dilakukan Konsolidasi Dan Penataan Organisasi

Mei 22, 2026

Masyarakat Desa Lambusango Buton Kecewa, Blokir Jalan Hauling PT. Bumi Buton Delta Megah

Mei 30, 2026

MAP HUKUM Sultra Desak Polda Segera Tetapkan Eks Sekwan Konut Tersangka

Juni 1, 2026
I Wayan Disel Astawa

I Wayan Disel Astawa Mundur Dari Pilkada Badung

0

Polemik Sewakan Tanah Tanpa Sepengetahuan Krama Kembali Memanas, Warga Desa Adat Bugbug Sepakat Gelar Paruman

0

24 Mahasiswa Magister Manajemen FEB Unud Terhipnotis, Rasakan Konsep Tri Hita Karana The Royal Pita Maha dan Taman Dedari

0

Puan Maharani Kembali Jadi Ketua DPR RI Periode 2024-2029

0
Jejak Karier Silmy Karim, Wamen Imipas Sampai Akhirnya Ditahan KPK

Jejak Karier Silmy Karim, Wamen Imipas Sampai Akhirnya Ditahan KPK

Juni 3, 2026
Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

KPK Juga Tangkap Eks Plt Dirjen Imigrasi & Kakanwil Imigrasi Jabar

Juni 3, 2026
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim

Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Termasuk 10 orang Diamankan dari Bali

Juni 3, 2026
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, berada di dalam mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (03/06).

Dadan Hindayana dan dua eks wakil kepala BGN jadi tersangka korupsi, Langsung DIjebloskan ke Penjara

Juni 3, 2026

Recent News

Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

KPK Juga Tangkap Eks Plt Dirjen Imigrasi & Kakanwil Imigrasi Jabar

Juni 3, 2026
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim

Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Termasuk 10 orang Diamankan dari Bali

Juni 3, 2026
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, berada di dalam mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (03/06).

Dadan Hindayana dan dua eks wakil kepala BGN jadi tersangka korupsi, Langsung DIjebloskan ke Penjara

Juni 3, 2026
Kepala BGN Nanik S Deyang

Profil dan Jejak Karir Nanik S Deyang, Kepala BGN yang Baru

Juni 2, 2026
Mensesneg Prasetyo Hadi

Mensesneg Beberkan Alasan Presiden Tunjuk Nanik jadi Kepala BGN

Juni 2, 2026
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Diganti Naniek Deyang

Juni 2, 2026

Tentang

BeritaSirkulasi.com merupakan Media online dan situs berita terpercaya di Indonesia dibawah manajemen PT. Mirah Media Sirkulasi sebagai perusahaan Media Cyber. Fokus menyajikan berita berkualitas, cepat dan akurat. Menjangkau daerah, nasional dan internasional.

Redaksi

Susunan Redaksi

Follow Us

Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik
Undang-undang Pers
Disklaimer
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

BeritaSirkulasi.com © 2026

No Result
View All Result
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Seni Budaya
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Hiburan

BeritaSirkulasi.com © 2026

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.