• Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Contact
Berita Sirkulasi Terkini
Advertisement
  • Headline
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Seni Budaya
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Hiburan
No Result
View All Result
  • Headline
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Seni Budaya
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Hiburan
No Result
View All Result
Berita Sirkulasi Terkini
No Result
View All Result

Beranda » Blog » Menteri Kesehatan » Indonesia Memperkuat Deteksi Dini Penularan Virus Nipah yang Mengancam

Indonesia Memperkuat Deteksi Dini Penularan Virus Nipah yang Mengancam

Redaksi by Redaksi
Februari 9, 2026
in Kesehatan
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

293
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Jakarta, Sirkulasi | Meski belum ditemukan kasus Virus Nipah di Indonesia, ancaman virus nipah yang menghantui kawasan Asia Selatan, juga membuat khawatir khususnya di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI telah menyiapkan langkah pencegahan berlapis.

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, sumber penularan virus tersebut sangat sederhana, bukan dari udara dan bukan pula dari sentuhan acak. Penularan virus ini bisa melalui buah yang telah terbuka dan terkontaminasi oleh gigitan hewan Kelelawar.

“Penyakit ini penularannya lewat buah yang sudah digigit kelelawar, karena ludahnya masuk ke sana. Jadi kalau bisa jangan makan buah yang terbuka,” kata Budi Gunadi Sadikin.

Baca Juga

Antisipasi Atas Merebaknya Virus Nipah, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Tingkatkan Pengawasan Penumpang

Tercatat Ada 62 Kasus ‘Super Flu’ Di Indonesia, Apa Saja Gejalanya Dan Apakah Meningkatkan Risiko Kematian?

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Menkes Budi menyarankan langkah paling sederhana, dengan mengelupas buah sendiri atau makan makanan matang. Kalau bisa makan jeruk yang tertutup lalu dikelupas sendiri atau lebih aman lagi makan nasi sama daging yang dimasak,” katanya.

Secara global, Menkes menjelaskan virus nipah dikenal memiliki fatality rate tinggi, bahkan bisa mencapai lebih dari 40–70 persen pada sejumlah wabah. Artinya, lebih dari separuh pasien bisa meninggal.

ADVERTISEMENT

“Catatannya fatality rate-nya tinggi. Kalau orang kena, kemungkinan meninggalnya besar,” ucap Budi.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Murti Utami menjelaskan, virus ini berasal dari kelelawar buah sebagai inang alami. Virus kemudian menyebar dari kelelawar ke babi ternak, lalu menginfeksi manusia hingga menular melalui kontak erat.

“Virus nipah memiliki inang alami kelelawar buah. Lalu dapat menular melalui hewan perantara seperti babi,” ucap Murti.

Murti menegaskan penularan virus nipah tidak berhenti dari situ saja, mengkonsumsi nira atau aren mentah juga berisiko. Pasalnya, cairan tersebut sering terkontaminasi kelelawar pada malam hari.

“Sebelum mengonsumsi aren atau nira sebaiknya dimasak terlebih dahulu,” ujarnya. Gejalanya menyerupai flu ringan, namun dapat berkembang cepat menjadi infeksi paru berat hingga radang otak mematikan.

Murti juga mengatakan beberapa pasien bahkan meninggal dalam keadaan hitungan hari. “Manifestasi klinisnya bervariasi, dari gejala ringan sampai kondisi berat yang mengancam jiwa,” kata Murti.

Secara resmi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa Indonesia belum mencatat kasus konfirmasi. “Hingga saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi penyakit virus nipah pada manusia di Indonesia,” ucap Murti menegaskan.

Namun penelitian dalam negeri menemukan antibodi dan jejak virus pada kelelawar buah. Artinya, sumber alami virus sudah ada. Dengan mobilitas manusia lintas negara yang tinggi, peluang masuknya virus tetap terbuka.

Di balik pernyataan publik, Kemenkes sebenarnya sudah mempersiapkan sistem deteksi. Reagen PCR telah disiapkan dan disebar ke laboratorium rujukan, terutama di kawasan timur Indonesia.

Setiap kasus pneumonia berat, ISPA, atau batuk lama kini dianalisis lebih detail. “Sekarang kita siapkan screening-nya, masih pakai PCR dan reagen-reagennya sudah siap. Kalau ada yang dicurigai, langsung kita periksa,” kata Murti.

Pendekatan ini mirip pada masa Pandemi Covid-19 mulai dari deteksi dini, pelacakan cepat, isolasi segera. Namun pemerintah belum melihat urgensi menutup perbatasan.

“WHO juga tidak merekomendasikan nutup border. Karena kasusnya masih sangat sedikit,” ujarnya.

Kewaspadaan meningkat setelah India kembali melaporkan kasus, dua tenaga kesehatan terinfeksi di West Bengal. Lebih dari 120 kontak erat harus dikarantina.

Juru Bicara Kemenkes Widyawati memastikan Indonesia terus memantau. “Setiap informasi terbaru kami analisis untuk memastikan respons cepat jika ada potensi risiko masuk ke Indonesia,” katanya.

Epidemiolog Gilbert Simanjuntak mengingatkan virus nipah tidak menyebar bebas di udara seperti influenza atau Covid-19. Artinya, pencegahan masih sangat mungkin dilakukan.

“Penularan ini bukan seperti virus biasa yang lewat udara. Jadi bukan sekadar pakai masker lalu aman. Kontak erat dan makanan terkontaminasi justru lebih berisiko,” ucapnya.

Pada akhirnya, perlindungan pertama ada di tangan masyarakat sendiri mulai dari mencuci, mengupas dan memasak. Kebiasaan kecil yang bisa menjadi pembatas antara sehat dan wabah.

Ancaman nipah mungkin belum tiba. Tapi sejarah pandemi mengajarkan satu hal: kesiapan selalu lebih murah daripada penyesalan.(ade)

Tags: Menteri KesehatanpandemiVirusVirus Nipah
Tweet16Share25Send
Redaksi

Redaksi

Berita Terkait

Penyakit dan Layanan Kesehatan yang Tak Ditanggung BPJS Kesehatan
Kesehatan

Catat!, Ini 21 Jenis Penyakit dan Layanan Kesehatan yang Tak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

by Redaksi
Juli 4, 2026
0
303

Jakarta, Sirkulasi | Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dirancang sebagai program jaminan kesehatan nasional yang bertujuan untuk memberikan perlindungan...

Read more
Kesehatan

Antisipasi Atas Merebaknya Virus Nipah, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Tingkatkan Pengawasan Penumpang

by Redaksi
Januari 28, 2026
0
296

Badung, Sirkulasi | Sehubungan dengan meningkatnya kasus penularan Virus Nipah di luar negeri, kami secara intensif melakukan koordinasi dengan Balai...

Read more
Kesehatan

Tercatat Ada 62 Kasus ‘Super Flu’ Di Indonesia, Apa Saja Gejalanya Dan Apakah Meningkatkan Risiko Kematian?

by Redaksi
Januari 4, 2026
0
313

Jakarta, Sirkulasi | ementerian Kesehatan diminta mewaspadai peningkatan kasus influenza A subclade K yang dikenal dengan super flu. Sebab, varian...

Read more
  • TERKINI
  • TRENDING
  • KOMENTAR
Arwan Rakmin., S.H.M.H., Kuasa Hukum Nurminah

Tak disangka, Tanah 1.900 meter persegi diserobot, Pelaku diduga Gembong Mafia Tanah

Juli 24, 2026
Celebes Conservation Center Sulawesi Tenggara

PT Fatwa Bumi Sejahtera DIduga Babat Hutan di Sultra Tanpa Penataan Areal Kerja (PAK)

Juli 22, 2026
Anak Agung Gede Agung Aryawan

Tahun 2010 UMP Bali Setara UMP Jakarta, Sekarang Berbeda Jauh. Sekretaris ARUN Bali Soroti Dampak Politik Dana Hibah

Juli 19, 2026
alexandra-askandar-skandal

Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Petinggi Bank Himbara Yang diisukan Memiliki Kedekatan Dengan Eks Wamen Imipas Silmy Karim

Juni 10, 2026
Arwan Rakmin., S.H.M.H., Kuasa Hukum Nurminah

Tak disangka, Tanah 1.900 meter persegi diserobot, Pelaku diduga Gembong Mafia Tanah

Juli 24, 2026
JANGKAR Sultra Ajukan RDP di DPRD Tak Kunjung Digelar, Publik Patut Curiga

JANGKAR Sultra Ajukan RDP di DPRD Tak Kunjung Digelar, Publik Patut Curiga

Juli 24, 2026
Open Donasi KASTARA Kejar Tahanan Polres Kolut

Open Donasi KASTARA untuk Kejar Tahanan Kabur di Polres Kolaka Utara

Juli 24, 2026
PT Tiran Janji Pembangunan Smelter

KASTARA Open Donasi untuk Pembangunan Smelter PT Tiran

Juli 22, 2026

BERITA TERKINI

JANGKAR Sultra Ajukan RDP di DPRD Tak Kunjung Digelar, Publik Patut Curiga

JANGKAR Sultra Ajukan RDP di DPRD Tak Kunjung Digelar, Publik Patut Curiga

Juli 24, 2026
296
Open Donasi KASTARA Kejar Tahanan Polres Kolut

Open Donasi KASTARA untuk Kejar Tahanan Kabur di Polres Kolaka Utara

Juli 24, 2026
298
PT Tiran Janji Pembangunan Smelter

KASTARA Open Donasi untuk Pembangunan Smelter PT Tiran

Juli 22, 2026
297
Celebes Conservation Center Sulawesi Tenggara

PT Fatwa Bumi Sejahtera DIduga Babat Hutan di Sultra Tanpa Penataan Areal Kerja (PAK)

Juli 22, 2026
306
ArgentinavsSpanyol_copy_800x424

Prediksi Final Worlcup 2026, Spanyol Unggul 3-2

Juli 19, 2026
299
ATM Bank Himbara

Terbaru, 3 Bank Himbara Keluarkan Ketentuan Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI

Juli 19, 2026
300

Saluran Utama Google News Berita Sirkulasi

BERITA SIRKULASI TERKINI

BeritaSirkulasi.com merupakan situs berita Media online dibawah manajemen PT. Mirah Media Sirkulasi sebagai perusahaan Media Cyber. Fokus menyajikan berita berkualitas, cepat dan akurat. Menjangkau daerah, nasional dan internasional.

logo_sirkulasi
 

ALAMAT REDAKSI

Alamat Redaksi : Jln. Gunung Salak, Komplek Perum Prada No.1E Padang Sambiankelod, Denpasar Barat
Kode Pos: 80117.
Emal : beritasirkulasi@gmail.com
Susunan Redaksi

Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik
Undang-undang Pers
Disklaimer

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Contact

BeritaSirkulasi.com © 2026

No Result
View All Result
  • Headline
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Seni Budaya
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Hiburan

BeritaSirkulasi.com © 2026