Kendari, SIrkulasi | Konsorsium Aktivis Sulawesi Tenggara (KASTARA) meluncurkan aksi penggalangan donasi simbolis sebesar Rp100.000 untuk PT Tiran Indonesia sebagai bentuk sindiran terhadap belum terealisasinya pembangunan smelter di tengah besarnya aktivitas produksi nikel perusahaan.
KASTARA merupakan gabungan sejumlah organisasi sipil, di antaranya SAC, AMAN Sultra, Koran Sultra, AMARA Sultra, Gempur Sultra, MAP Hukum Sultra, AWF, dan Formalish. Gerakan ini merupakan bentuk kritik agar perusahaan tambang lebih serius mendukung kebijakan hilirisasi nasional.
Melalui pamflet yang beredar, KASTARA mengajak masyarakat ikut berdonasi dengan slogan “Patungan Bangunkan Smelter PT Tiran”. Gerakan tersebut disebut bukan untuk membantu kondisi keuangan perusahaan, melainkan aksi satir terhadap perusahaan yang dinilai terus menikmati hasil kekayaan alam Sulawesi Tenggara tanpa menunjukkan realisasi pembangunan industri pengolahan.
Koordinator KASTARA, Ikhram, mengatakan perusahaan yang terus mengeruk nikel seharusnya sudah mampu membangun fasilitas pengolahan sendiri sebagai bentuk dukungan terhadap program hilirisasi nasional.
“Kalau memang belum mampu bangun smelter, biar rakyat yang patungan. Ini aksi satir untuk mengingatkan PT Tiran bahwa jangan cuma rajin mengeruk nikel, tetapi juga harus serius membangun industri pengolahan. Jangan sampai ore terus diangkut keluar setiap hari, sementara smelter tak kunjung berdiri,” tegas Ikhram.
Menurutnya, perusahaan yang memperoleh keuntungan dari sumber daya alam Sulawesi Tenggara semestinya tidak hanya fokus meningkatkan produksi, tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi daerah dan negara melalui hilirisasi. Jangan sampai yang berkembang pesat hanya aktivitas pengangkutan ore, sementara investasi pada industri pengolahan berjalan di tempat.
KASTARA juga meminta Kementerian ESDM tidak memberikan “karpet merah” terhadap perpanjangan RKAB PT Tiran Indonesia sebelum dilakukan evaluasi menyeluruh, termasuk terhadap komitmen perusahaan dalam mendukung hilirisasi dan pembangunan smelter.
Dalam aksi tersebut, masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan donasi sebesar Rp100.000 melalui rekening DANA 081244919791 atas nama Sazkya Pratiwi Sakir, sementara konfirmasi donasi dilakukan melalui nomor 0822-6861-6131. Hasil penggalangan dana itu nantinya akan diserahkan secara simbolis kepada PT Tiran Indonesia sebagai bentuk kritik dan pengingat atas pentingnya hilirisasi.
Menutup keterangannya, Ikhram menegaskan bahwa aksi ini merupakan sindiran terhadap perusahaan tambang yang menikmati hasil bumi Sulawesi Tenggara, namun belum menunjukkan kontribusi yang sebanding melalui pembangunan industri pengolahan.
“Kalau rakyat sampai harus patungan membangunkan smelter, itu ironi. Jangan sampai PT Tiran hanya dikenal rajin mengeruk dan mengangkut nikel, tetapi lambat menghadirkan nilai tambah bagi daerah dan negara. Kekayaan alam Sulawesi Tenggara seharusnya tidak hanya menghasilkan tumpukan ore, tetapi juga melahirkan industri,” tutup Ikhram.
















