• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Berita Sirkulasi Terkini
Advertisement
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Seni Budaya
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Hiburan
No Result
View All Result
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Seni Budaya
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Hiburan
No Result
View All Result
Berita Sirkulasi Terkini
No Result
View All Result

Beranda » Blog » Tercatat Ada 62 Kasus ‘Super Flu’ Di Indonesia, Apa Saja Gejalanya Dan Apakah Meningkatkan Risiko Kematian? » Halaman 3

Tercatat Ada 62 Kasus ‘Super Flu’ Di Indonesia, Apa Saja Gejalanya Dan Apakah Meningkatkan Risiko Kematian?

Redaksi by Redaksi
Januari 4, 2026
in Kesehatan
Reading Time: 4 mins read
0
ilustrasi
232
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

“Kalau yang [flu] biasa paling 37-38,5 derajat Celcius, [subclade K] bisa sampai 41 derajat menurut data. Lebih tinggi artinya,” jelasnya.

“Terus disertai nyeri otot yang hebat, lemas sekali. Kemudian sakit kepala berat, sakit tenggorokan, dan batuk kering.”

“Mungkin masyarakat sudah sering kena flu kan, tahu lah rasanya seperti apa. Nah ini level derajatnya lebih berat dari yang biasa dialami. Kalau mengalami, perlu waspada,” kata Agus.

Pada umumnya, kasus influenza musiman biasa, bisa menimbulkan risiko kematian. Terutama pada populasi yang rentan dan adanya komplikasi.

BacaJuga

Indonesia Memperkuat Deteksi Dini Penularan Virus Nipah yang Mengancam

Februari 9, 2026

Antisipasi Atas Merebaknya Virus Nipah, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Tingkatkan Pengawasan Penumpang

Januari 28, 2026

Dalam kasus subclade K, Agus menyebut meskipun subclade K lebih agresif dan mudah menyebar, tapi menurut WHO, risiko kematian berdasarkan tidak berbeda dengan influenza musiman.

“Kalau biasanya flu cuma hidung meler, sakit tenggorokan, ringan. Sekarang jadi sakit kepala, ototnya sakit, demam tinggi 39 sampai 41 derajat, terus lemas… nah itu gejala subclade K,” tuturnya.

Penanganan apa yang mesti dilakukan dan apa pencegahannya?

Kendati demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena pada umumnya influenza varian subclade K ini bisa disembuhkan, kata Agus Dwi Susanto.

“Yang penting segera konsultasi ke tenaga medis, dokter, atau ke fasilitas kesehatan untuk bisa mendapat pengobatan. Istirahat yang cukup, suplemen yang cukup,” jelasnya.

“Untuk populasi yang berisiko memiliki penyakit dasar mungkin perlu dirawat. Karena komplikasinya itu yang kita harus jaga supaya tidak menimbulkan risiko lebih tinggi.”

“Jadi indikasi rawat pada dasarnya seperti influenza secara umum. Kapan rawat jalan, kapan rawat inap, ya sama,” tambahnya.

“Tentunya sebagai tenaga medis harus lebih aware juga, kapan ini perlu dirawat dan kapan rawat jalan.”

Soal pencegahan, salah satu yang bisa dilakukan dengan vaksin influenza.

Tjandra Yoga Aditama mengatakan vaksin tersebut dibuat berdasarkan subvarian H3N2 yang lama, bukan subclade K.

Namun, katanya, beberapa penelitian menyebutkan vaksin itu masih punya efektivitas mencegah penularan “super flu” walaupun tidak setinggi untuk H3N2.

Anjuran resmi Badan Kesehatan Dunia, WHO, juga menyatakan vaksin influenza bisa tetap diberikan.

“[Meskipun] efektivitasnya pada anak hanya 70% dan orang dewasa 40%,” kata Tjandra Yoga.

“Tapi karena itu yang kita punya, silahkan dimanfaatkan kalau memang mau dilakukan,” ujarnya.

Pencegahan lainnya dengan menjaga kebersihan lingkungan, cuci tangan dengan teratur, memakai masker bila kontak dengan penderita atau di keramaian. Selain itu, jika sakit disarankan tidak keluar rumah dan jika terpaksa pakai masker serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Tjandra Yoga juga menuturkan, meskipun penyebarannya cepat dan agresif, tapi kasus “super flu” tidak akan mengarah pada pandemi.

“Tentu saja kalau nanti berubah lagi mutasinya, lain cerita lagi. Tapi kalau situasinya sampai sekarang saja, maka ini bukan ke arah pandemi,” ucapnya.

Langkah Kemenkes

Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Prima Yosephine, mengatakan pemantauan lebih lanjut terhadap “super flu” akan terus diperkuat melalui surveilans, pelaporan, dan kesiapsiagaan untuk merespons perkembangan situasi influenza di Indonesia dan global.

Page 3 of 4
Prev1234Next
Tags: flupandemi
Tweet2Share4SendShare
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Kesehatan

Indonesia Memperkuat Deteksi Dini Penularan Virus Nipah yang Mengancam

Februari 9, 2026
Kesehatan

Antisipasi Atas Merebaknya Virus Nipah, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Tingkatkan Pengawasan Penumpang

Januari 28, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Diganti Naniek Deyang

Juni 2, 2026

JMSI Cabang Kota Kendari Dibekukan, Akan Dilakukan Konsolidasi Dan Penataan Organisasi

Mei 22, 2026

Masyarakat Desa Lambusango Buton Kecewa, Blokir Jalan Hauling PT. Bumi Buton Delta Megah

Mei 30, 2026

MAP HUKUM Sultra Desak Polda Segera Tetapkan Eks Sekwan Konut Tersangka

Juni 1, 2026
I Wayan Disel Astawa

I Wayan Disel Astawa Mundur Dari Pilkada Badung

0

Polemik Sewakan Tanah Tanpa Sepengetahuan Krama Kembali Memanas, Warga Desa Adat Bugbug Sepakat Gelar Paruman

0

24 Mahasiswa Magister Manajemen FEB Unud Terhipnotis, Rasakan Konsep Tri Hita Karana The Royal Pita Maha dan Taman Dedari

0

Puan Maharani Kembali Jadi Ketua DPR RI Periode 2024-2029

0
Jejak Karier Silmy Karim, Wamen Imipas Sampai Akhirnya Ditahan KPK

Jejak Karier Silmy Karim, Wamen Imipas Sampai Akhirnya Ditahan KPK

Juni 3, 2026
Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

KPK Juga Tangkap Eks Plt Dirjen Imigrasi & Kakanwil Imigrasi Jabar

Juni 3, 2026
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim

Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Termasuk 10 orang Diamankan dari Bali

Juni 3, 2026
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, berada di dalam mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (03/06).

Dadan Hindayana dan dua eks wakil kepala BGN jadi tersangka korupsi, Langsung DIjebloskan ke Penjara

Juni 3, 2026

Recent News

Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

KPK Juga Tangkap Eks Plt Dirjen Imigrasi & Kakanwil Imigrasi Jabar

Juni 3, 2026
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim

Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Termasuk 10 orang Diamankan dari Bali

Juni 3, 2026
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, berada di dalam mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (03/06).

Dadan Hindayana dan dua eks wakil kepala BGN jadi tersangka korupsi, Langsung DIjebloskan ke Penjara

Juni 3, 2026
Kepala BGN Nanik S Deyang

Profil dan Jejak Karir Nanik S Deyang, Kepala BGN yang Baru

Juni 2, 2026
Mensesneg Prasetyo Hadi

Mensesneg Beberkan Alasan Presiden Tunjuk Nanik jadi Kepala BGN

Juni 2, 2026
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Diganti Naniek Deyang

Juni 2, 2026

Tentang

BeritaSirkulasi.com merupakan Media online dan situs berita terpercaya di Indonesia dibawah manajemen PT. Mirah Media Sirkulasi sebagai perusahaan Media Cyber. Fokus menyajikan berita berkualitas, cepat dan akurat. Menjangkau daerah, nasional dan internasional.

Redaksi

Susunan Redaksi

Follow Us

Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik
Undang-undang Pers
Disklaimer
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

BeritaSirkulasi.com © 2026

No Result
View All Result
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Seni Budaya
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Hiburan

BeritaSirkulasi.com © 2026

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.