Jakarta, Berita Sirkulasi | Beberapa jenderal dikabarkan sempat diamankan untuk menjalani pemeriksaan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri.
Salah satu sosok yang disebut ikut diamankan merupakan jenderal berpangkat bintang empat dengan inisial L. Selain itu, terdapat sejumlah perwira tinggi berpangkat bintang tiga yang juga dikabarkan menjalani pemeriksaan.
Seorang sumber yang mengetahui informasi tersebut membenarkan adanya pengamanan terhadap sejumlah jenderal. Namun, jenderal bintang empat yang dimaksud disebut telah dilepaskan.
“Iya, benar, ada pengamanan. Satu bintang empat inisial L, dan beberapa jenderal bintang tiga. Tapi yang bintang empat sudah dilepas,” kata sumber tersebut kepada Suara.com, Selasa (3/11).
Pemeriksaan dilakukan untuk memverifikasi sejumlah persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan kondisi internal kepolisian. Meski demikian, sumber tersebut belum bersedia mengungkapkan secara terperinci materi pemeriksaan.
“Ada beberapa hal yang ingin diverifikasi. Soal keamanan tentunya,” ujarnya, dikutip dari suara.com.
Kabar pengamanan tersebut mencuat sekitar sebulan setelah pergantian pucuk pimpinan Polri. Momentum ini menjadi bagian dari masa transisi kepemimpinan sekaligus konsolidasi organisasi di tubuh Korps Bhayangkara.
Jenderal Suyudi Ario Seto sebelumnya resmi dilantik sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta. Ia menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang kemudian dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk menduduki jabatan sipil sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Sejak awal menjabat, Suyudi menegaskan akan melakukan konsolidasi internal secara menyeluruh untuk mengevaluasi keberlanjutan program dan kinerja kepolisian.
“Kami akan melihat hal-hal yang mungkin masih bisa ditindaklanjuti dan yang masih perlu diperbaiki kita akan perbaiki,” ujar Suyudi seusai pelantikan.
Ia juga menekankan pentingnya pemulihan kepercayaan masyarakat melalui pendekatan yang humanis serta penegakan hukum yang adil dan tidak tebang pilih.
“Kemudian juga penegakan hukum yang adil, dan juga kami berupaya untuk bisa lebih dekat kepada masyarakat sesuai dengan apa yang menjadi program kerja kami yaitu polisi bersama masyarakat,” katanya.
Menurut Suyudi, kedekatan polisi dengan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia menegaskan kepolisian harus hadir di tengah masyarakat serta mampu memberikan respons cepat terhadap berbagai persoalan yang muncul.
Selain konsolidasi internal, Suyudi juga menyampaikan sejumlah arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan kejahatan yang menjadi perhatian publik.
Beberapa di antaranya adalah pemberantasan narkotika, penyelundupan, perjudian daring atau judi online, serta berbagai tindak kejahatan lain yang meresahkan masyarakat.
“Ya yang pasti Bapak Presiden selalu mengingatkan pada kami semua ya terutama dalam berbagai kegiatan dan juga kemarin pada saat rapat bersama, terutama terkait dengan masalah-masalah narkotika, kemudian penyelundupan, judi online, dan hal-hal lain yang menjadi keresahan di tengah masyarakat,” kata dia.
Dalam pidato perdananya, Suyudi juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan pendahulunya, Listyo Sigit Prabowo, atas dukungan yang diberikan hingga dirinya dipercaya memimpin institusi Polri.
“Sehingga kami bisa di titik ini. Tentunya kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto,” ujarnya.
Kadiv Humas Polri Belum Beri Penjelasan
Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir belum memberikan penjelasan terperinci mengenai kabar pengamanan sejumlah jenderal tersebut.
Saat dikonfirmasi mengenai informasi pemeriksaan tersebut, Johnny hanya menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan.
Salah satu nama yang muncul dalam pemeriksaan adalah Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam isu dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto memicu spekulasi baru di tengah memanasnya dinamika politik nasional.
Nama mantan Kapolri itu disebut dalam pesan berantai dan sejumlah unggahan media sosial yang mengaitkan dirinya dengan kabar pemeriksaan sejumlah perwira tinggi Polri. Isu itu muncul berdekatan dengan rangkaian peristiwa lain yang juga menyangkut figur-figur yang selama ini dikenal dekat dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
“Nanti kami cek proses evaluasinya, ya, seperti itu. Baik. Makasih ya. Udah, udah banyak kali,” kata Johnny.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan identitas seluruh perwira tinggi yang disebut diamankan maupun persoalan yang menjadi dasar pemeriksaan. (*ade)



















