Jakarta, Polisi Jerman menutup akses ke sebuah jalan perbelanjaan utama di pusat kota Frankfurt pada Sabtu malam setelah para perusuh memecahkan kaca jendela toko, menjarah tempat usaha, dan menyerang petugas menyusul sebuah demonstrasi.
Zeil, salah satu jalan perbelanjaan tersibuk di Jerman, ditutup untuk pengunjung baru, dengan polisi mengimbau warga yang berada di lokasi untuk segera meninggalkan area tersebut.
“Siapa pun yang tidak terlibat dan masih berada di kawasan Zeil diminta untuk segera pergi. Akses masuk ke Zeil kini tidak dimungkinkan,” ujar pihak kepolisian.
Situasi kacau terjadi di sepanjang jalan utama tersebut, di mana jurnalis dpa menyaksikan orang-orang membobol toko serta mencuri sepatu kets dan barang-barang lainnya.
Sebuah toko khusus senjata api juga turut diserang, yang berujung pada sejumlah penangkapan, ungkap juru bicara kepolisian. Petugas segera tiba di lokasi dan mengamankan dua pucuk senjata, meskipun polisi tidak merinci jenis senjata apa yang dimaksud.
Polisi juga melaporkan adanya serangan terhadap petugas, termasuk penggunaan alat pembakar (bom molotov).
Kekerasan ini meletus setelah polisi membubarkan sebuah demonstrasi yang diorganisir oleh kelompok pemuda, menyusul serangkaian serangan terhadap aparat kepolisian.
Sejumlah besar personel kepolisian dikerahkan di sekitar kawasan Zeil, dan polisi mengimbau masyarakat untuk menghindari atau segera meninggalkan pusat kota Frankfurt.
Para perusuh memecahkan kaca jendela dan menjarah toko-toko di pusat kota Frankfurt pada hari Sabtu, saat kekerasan terus berlanjut setelah polisi membubarkan sebuah demonstrasi.
Beberapa orang membobol toko dan mencuri sepatu kets serta barang-barang lainnya, sebagaimana diamati oleh jurnalis dpa. Sebuah toko khusus senjata api juga menjadi sasaran serangan.
Kepolisian di pusat keuangan Jerman tersebut mengonfirmasi bahwa kaca jendela di sejumlah tempat usaha telah dipecahkan.
“Bom molotov juga dilemparkan ke arah petugas tanggap darurat,” kata polisi, merujuk pada alat pembakar rakitan yang dibuat dari botol berisi cairan mudah terbakar. Polisi menyatakan bahwa kelompok-kelompok yang melakukan kekerasan masih tetap aktif di pusat kota, bahkan setelah demonstrasi dibubarkan menyusul serangan berulang terhadap aparat.
Sejumlah besar personel kepolisian dikerahkan, terutama di sekitar kawasan perbelanjaan Zeil, tempat terjadinya situasi yang kacau.
Sebelumnya pada hari Sabtu, beberapa petugas kepolisian terluka akibat lemparan petasan dari para demonstran, menurut Menteri Dalam Negeri negara bagian Hesse, Roman Poseck.
Polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan demonstrasi tersebut setelah terjadi serangan berulang menggunakan batu dan petasan.
Kekerasan ini pecah dalam rangkaian aksi protes yang dipimpin oleh kaum muda, yang menuntut perbaikan sekolah, keringanan atas kenaikan biaya hidup, dan keadilan sosial yang lebih luas. Aksi demonstrasi yang sebagian besar berlangsung damai juga digelar di lebih dari 30 kota di Jerman.



















