Zat Radioaktif Cesium-137 Dampak dan Cara Mengurangi Efek Paparannya

Tak hanya itu, akumulasi radiasi di dalam tubuh juga bisa mempercepat penuaan sel dan menurunkan daya tahan tubuh secara perlahan.
5. Risiko pada ibu hamil, bayi, dan anak-anak
Ibu hamil, bayi, dan anak-anak sangat rentan terhadap paparan sesium-137. Pada ibu hamil, paparan radiasi dapat mengganggu proses pembentukan organ pada janin dan meningkatkan risiko kelahiran prematur atau cacat lahir.
Sementara pada bayi dan anak-anak, tubuh mereka masih dalam masa pertumbuhan, sehingga sel-sel membelah lebih cepat dan lebih mudah terkena efek radiasi. Hal ini bisa berakibat pada pertumbuhan terhambat, gangguan perkembangan otak, serta risiko kanker yang lebih tinggi di masa depan.
Saat ini, belum ada bukti kuat bahwa paparan sesaat dalam dosis sangat kecil dari makanan secara langsung memicu gejala akut pada orang dewasa sehat. Namun, risiko terbesar justru berasal dari akumulasi dan paparan jangka panjang.
Cara Mengurangi Efek Paparan Cesium-137
Untuk mengurangi efek paparan sesium-137 pada tubuh, berikut langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan:
Jangan lanjutkan konsumsi bahan pangan dari sumber yang tidak jelas atau dari area tercemar sesium-137
Perbanyak minum air putih untuk membuang zat berbahaya di tubuh, termasuk cesium-137, melalui urine dan keringat.
Konsumsi makanan kaya antioksidan, seperti buah dan sayur, untuk membantu memperkuat daya tahan tubuh dari kerusakan sel akibat paparan sesium-137 serta mendukung proses detoksifikasi alami tubuh.
Patuhi imbauan terkait keamanan pangan dari otoritas kesehatan, seperti BPOM, Kementerian Kesehatan, atau BAPETEN. Biasanya, otoritas akan mengumumkan jika terjadi pencemaran dan memberikan daftar produk yang perlu dihindari.
Cek kesehatan secara rutin untuk mendeteksi efek samping atau dampak paparan radiasi sejak dini, apalagi jika Anda tinggal di area sekitar fasilitas nuklir atau bekas insiden radiasi.
Risiko paparan cesium-137 melalui makanan memang nyata, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi insiden nuklir atau wilayah yang memiliki limbah radioaktif. Namun, dengan mengikuti saran pemerintah, memilih bahan pangan secara selektif, dan menjalani pola makan sehat, risiko tersebut bisa diminimalkan. Selalu utamakan kewaspadaan untuk melindungi diri dan keluarga Anda.
Jika Anda mengalami gejala yang tidak biasa setelah mengonsumsi makanan tertentu, seperti mual, muntah, lemas, dan perubahan kulit, atau tinggal di daerah yang dekat dengan sumber limbah radioaktif, segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter.






