Pencemaran Radioaktif di Cikande Serang Ditemukan Unsur Cesium-137

Padahal Cs-137 termasuk kategori radiasi pengion yang berbahaya bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Tim gabungan melakukan penyisiran hingga radius 20 meter dari lokasi penemuan. Sejumlah sampel diambil, dan hasil pengukuran menunjukkan adanya titik tambahan dengan paparan radiasi tinggi. Untuk mencegah risiko lebih luas, perimeter keamanan segera dipasang di sekitar lokasi.

Temuan ini menguatkan dugaan adanya lepasan zat radioaktif dari aktivitas industri peleburan logam di kawasan tersebut.

Jejak penyebaran Cesium-137

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), dalam laman resminya yang diperbarui 6 Februari 2025, menjelaskan bagaimana Cs-137 dapat berpindah di lingkungan dan menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang.

EPA menyebut, Cs-137 yang terikat dengan klorida akan membentuk bubuk kristalin yang bereaksi mirip garam dapur.

Zat ini mudah bergerak melalui udara, larut dalam air, dan melekat kuat pada tanah maupun beton, meski tidak menyebar jauh ke bawah permukaan. Vegetasi yang tumbuh di tanah terkontaminasi bisa menyerap Cs-137 dalam jumlah kecil.

Kondisi inilah yang membuat zat tersebut berpotensi menyebar ke rantai pangan, termasuk ke sektor perikanan yang menjadi tulang punggung ekspor Indonesia.

Di alam, jejak Cs-137 umumnya berasal dari uji coba senjata nuklir maupun kecelakaan reaktor nuklir. Meski dalam kondisi normal jumlahnya kecil, kasus temuan di Serang menegaskan risiko kebocoran atau penyalahgunaan bahan radioaktif di luar kendali nuklir sipil.

Secara fungsional, Cs-137 memiliki banyak kegunaan. Dalam skala kecil, zat ini dipakai untuk kalibrasi alat pendeteksi radiasi, termasuk Geiger-Mueller counter (alat yang mendeteksi dan mengukur radiasi pengion, seperti partikel alfa, beta, dan sinar gamma).

Dalam jumlah lebih besar, Cs-137 digunakan dalam perangkat terapi radiasi medis untuk pengobatan kanker, serta pada industri untuk mengukur aliran cairan dalam pipa atau ketebalan bahan seperti kertas dan lembaran logam.

Bahaya kesehatan muncul ketika Cs-137 terlepas dari kendali. EPA menegaskan, paparan eksternal dosis tinggi dapat menimbulkan luka bakar radiasi, penyakit radiasi akut, bahkan kematian.

Skenario terburuk bisa terjadi akibat kecelakaan besar atau salah penanganan sumber industri berkekuatan tinggi.

Lebih jauh, radiasi gamma dari Cs-137 meningkatkan risiko kanker. Jika masuk ke tubuh melalui makanan, minuman, atau udara terkontaminasi, Cs-137 akan tersebar ke jaringan lunak, terutama otot.

“Kondisi ini meningkatkan potensi kanker karena paparan energi radiasi dalam tubuh berlangsung dari waktu ke waktu,” demkikan menurut EPA.

Dekontaminasi dan penegakan Hukum
Pemerintah merespons cepat dengan langkah dekontaminasi darurat. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol menjelaskan, material berbahaya dipindahkan ke PT Peter Metal Technology (PMT) sebagai lokasi penampungan sementara sebelum dipindahkan ke fasilitas penyimpanan jangka panjang.

Lebih dari 7 kuintal material berhasil dievakuasi dengan tingkat radiasi yang awalnya 0,3-0,5 mikrosievert (µSv) per jam, turun menjadi 0,04 µSv/jam, setara kondisi normal.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button