Kupang, Satu paus biru (Balaenoptera musculus) berukuran 24 meter terdampar di pesisir Pulau Kolong, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (30/10/26) pagi. Meski susah payah, spesies dengan ukuran yang lebih besar dari bus itu akhirnya berhasil didorong kembali ke perairan lepas.
Adhi Nurul Hadi, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTT katakan, kabar insiden itu pertama kali dilaporkan anggota Masyarakat Mitra Polisi Hutan (MPP), sekitar pukul 05. 30. Satu jam kemudian, petugas dari Resor KSDA Wilayah Riung tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi.
“Paus Biru ini ditemukan terdampar pada perairan dangkal dengan kedalaman sekitar 2-3 meter di areal pesisir dalam blok perlindungan bahari kawasan TWAL 17 Pulau. Ditemukan dalam kondisi hidup,” katanya melalui keterangan tertulisnya kepada Mongabay, Sabtu (31/10/26).
Dia bilang, dari hasil identifikasi, spesies itu merupakan paus Biru (Balaenoptera musculus) dengan panjang tubuh 20, 5 meter, lebar kepala 3, 25 meter dan lebar badan tengah/lingkar perut 4, 3 meter.
Dari pengukuran, panjang ekor paus malang itu memiliki panjang 4 meter dengan labar 4, 75 meter. Lalu, panjang sirip 2, 35 meter, panjang kepala 4, 55 meter serta lebar tubuh bagian ekor 4, 22 meter. Spesies ini memiliki aktivitas semburan dalam rentang 1,7 menit.
Upaya penyelamatan
Ukuran paus yang sangat besar membuat proses evakuasi berlangsung sulit. Petugas bahkan harus menunggu bantuan dari satuan lain. Sembari itu, petugas dan relawan terus menyirami badan paus dan menjaga lubang napas (blowhole) tidak tertutup pasir atau air laut.
“Ukurannya sangat besar. Jadi, evakuasi juga tetap mempertimbangkan keselamatan petugas dan masyarakat yang terlibat,” sebut Adhi.
Menjelang petang, sekitar pukul 17. 30, tim gabungan yang juga terdiri dari kepolisian dan TNI akhirnya berhasil mendorong paus itu ke perairan lebih dalam.
Petugas menunggu beberapa saat di lokasi untuk memastikan kondisi paus dan berenang ke laut lepas.
“Kami berterima kasih kepada MMP yang cepat melapor, kepada TNI, Polri,Dinas Peternakan, pemerintah desa, dan masyarakat Riung yang bahu-membahu menyelamatkan paus ini sehingga paus tersebut dapat kembali ke habitatnya dengan selamat,” ujarnya.
Penelitian Yayasan Misol Baseftin 2016–2017 berjudul “Megafauna Laut di Perairan Solor, Flores Timur” mengidentifikasi 11 jenis paus berada di perairan ini. Meliputi, paus minke (Balaenoptera acutorostrata), paus pemandu sirip pendek (Globicephala macrorhynchus), paus pembunuh palsu (Pseudorca crassidens).
Ada juga, paus biru (Balaenoptera musculus), dan paus pembunuh kerdil (Feresa attenuata), paus brydei (Balaenoptera brydei), paus pembunuh (Orchinus orca), paus kepala semangka (Peponocephala electra), paus sperma (Physeter macrocephalus), paus sperma kerdil (Kogia sima), dan paus beaked (Ziphiidae spp).
Selanjutnya, komposisi spesies paus pada tahun 2016-2017 secara signifikan didominasi oleh paus pembunuh kerdil.



















