Jakarta, Sirkulasi | Pria Indonesia yang memperdagangkan seorang gadis berusia 17 tahun dari Indonesia ke Australia untuk dijadikan pekerja seks, akan menjalani hukuman penjara hingga enam tahun lima bulan.
Keputusan ini diambil hakim di Sydney, yang mengatakan ia tidak menunjukkan penyesalan yang tulus.
Jumat ini (10/07), Surya Subekti dijatuhi hukuman tanpa pembebasan bersyarat selama empat tahun lima bulan di Pengadilan Distrik New South Wales.
Waktu pembebasan paling awalnya adalah November 2030.
Surya, yang berusia 45 tahun, mengaku bersalah atas dua dakwaan, termasuk mengatur masuknya seseorang di bawah usia 18 tahun ke Australia dengan maksud untuk memberikan layanan seksual, dan melibatkan remaja di bawah usia 18 tahun dalam kerja paksa.
Hukuman maksimal untuk dua dakwaan yang dijatuhkan kepada Surya masing-masing adalah 25 tahun dan 12 tahun.
Pengacaranya berpendapat korban melakukan perjalanan ke Australia secara sukarela, mengetahui soal adanya kontrak yang perlu dipenuhi atau kewajiban kontraktual, dan telah mencapai usia dewasa.
Korban diminta berbohong soal usianya
Hakim Nicole Noman menyebut korban masih dalam kategori anak-anak di bawah hukum Australia, dan usia persetujuan untuk pekerjaan seks adalah 18 tahun.
Artinya kemampuannya untuk memenuhi kewajiban kontraktual dan menyetujui penjualan layanan seksual tidak akan dianggap sebagai persetujuan, kata hakim.
Surya tahu jika korban berusia 17 tahun dan memberikan instruksi untuk menyembunyikan usianya.
Surya dianggap “berperan penting” dalam perdagangan remaja perempuan tersebut, membantu mengatur kontrak, visa, transportasi, dan rumah bordil yang ditunjuknya selama sekitar dua bulan.
“Korban sepenuhnya bergantung pada pengaturan yang dibuat untuknya,” kata Hakim Noman, mencatat remaja perempuan tersebut akan terisolasi di negara asing tanpa dukungan.
Mengendalikan keuangan
Menurut fakta yang disepakati, Surya diinformasikan soal korban oleh “rekan-rekannya di Indonesia” dan mengetahui visanya didasarkan pada materi yang mencakup “informasi yang salah.”
Informasi ini termasuk bagaimana korban adalah “anak dari seorang perempuan dewasa yang tidak memiliki hubungan keluarga.”
Korban tiba di Australia pada Januari 2021 dan tetap dipaksa bekerja di rumah bordil di Sydney, sementara Surya mengambil alih atau memfasilitasi “kendali keuangan penuh” atas penghasilannya, menurut fakta-fakta yang ada.
Surya juga mengendalikan kapan dan di mana korban akan dipindahkan, dan mengambil keputusan atau setidaknya ikut serta dalam pembuatan kontrak yang menuntut korban bekerja hingga 12 jam sehari.
Ingin dikenal sebagai ‘Batman’
Satu orang yang ikut membantu Surya dalam melakukan aksinya Elton Valentino, didakwa memfasilitasi pengangkutan orang di bawah usia 18 tahun untuk memberikan layanan seksual, dengan hukuman maksimal 25 tahun.
Kepada polisi, Elton mengatakan Surya menginstruksikannya untuk tidak mengungkapkan nama asli Surya kepada perempuan yang diangkutnya dan hanya menyebut Surya sebagai “Batman.”
Elton, 32 tahun, dijatuhi hukuman dua tahun delapan bulan penjara dengan minimum satu tahun dan 10 bulan karena mengangkut korban untuk bekerja.
Pengadilan mendengar ketika berbicara dengan seorang psikolog, Surya mengaku “enggan” terlibat dalam perdagangan manusia, tetapi korban “mendesak.”
“Ini tidak sesuai dengan fakta yang disepakati,” kata hakim, menggambarkan Surya tidak bisa diandalkan dalam menceritakan kejadiannya.
“Saya tidak menerimanya sebagai penyesalan yang tulus atas perbuatannya,” ujar hakim.
Pengadilan mendengar Surya, ayah dari tiga anak, mendapat bantuan dari keluarganya, yang tidak menyadari jika Surya memiliki masalah perjudian.
Hakim Noman mengatakan kemungkinan rehabilitasinya “tidak pasti” dan pelanggarannya “bukan tindakan impulsif, tapi direncanakan dengan baik.”
Pengadilan mendengar Elton menganggap Surya sebagai “sosok ayah” dan diberitahu oleh Surya jika semua perempuan di rumah bordir berusia di atas 18 tahun. Ia tidak terlibat dalam proses membawa korban ke Australia.
Hakim memutuskan Elton, yang sudah ditahan sejak Oktober 2024, memiliki kemungkinan rehabilitasi yang baik dan sudah menunjukkan penyesalan yang tulus.
Dengan mempertimbangkan masa hukuman yang sudah dijalani, Elton mungkin akan dibebaskan paling cepat pada bulan Agustus tahun ini, di mana ia akan menjalani masa percobaan selama lima tahun.

















