• Tentang Kami
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact
Berita Sirkulasi Terkini
Advertisement
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Seni Budaya
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Hiburan
No Result
View All Result
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Seni Budaya
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Hiburan
No Result
View All Result
Berita Sirkulasi Terkini
No Result
View All Result

Beranda » Blog » Jamie McIntyre Klarfikasi Pemberitaan Media Australia, Pengakuan Pihak Lain Telah Membangun Villa Adalah Nol Besar

Jamie McIntyre Klarfikasi Pemberitaan Media Australia, Pengakuan Pihak Lain Telah Membangun Villa Adalah Nol Besar

Redaksi by Redaksi
Juni 12, 2026
in Featured
Reading Time: 7 mins read
0
Klarfikasi Jamie McIntyre
Jamie McIntyre Klarfikasi Pemberitaan Media Australia

294
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Bali, SIrkulasi | Kasus Proyek Marina Bay City di Lombok kembali mendapat sorotan media Australia setelah belum lama ini pihak Adrian Campbell memberikan pernyataan bahwa ada penyalahgunaan dana investor yang dilakukan oleh pihak Jamie McIntyre. Namun hal tersebut sudah dibantah oleh kuasa hukum Jamie McIntyre, Komang Ari Sumartawan, S.H. belum lama ini di Denpasar.

Adrian Campbell juga dalam keterangannya kepada media Australia mengatakan bahwa Jamie McIntyre menghindar dari pemerikasaan polisi sehingga dari pemberitaan tersebut pihak Jamie McIntyre didampingi kuasa hukumnya kembali memberikan pernyataan kepada media di Denpasar bahwa tudingan Adrian Campbell yang dialamatkan kepadanya adalah tidak benar dan tidak berdasar bahkan Jamie McIntyre balik menuding Adrian Campbell menggunakan media yang tidak kredibel untuk menyebarkan berita bohong.

Dari wawancara langsung dengan McIntyre, ia bersikeras bahwa Proyek Marina Bay City Lombok tetap berjalan sesuai dengan rencana awal dan sedang dalam proses penyelesaian tahap perijinan dan koordinasi dengan pemda Lombok Barat, NTB. Dan Ia berencana mempresentasikan proposal kepada pemerintah Lombok Barat.

“Saya akan mempresentasikan proposal kepada pemerintah Lombok besok. Mereka sudah melihatnya, ya. Jadi akan diajukan. Oke? Dan proyek ini tentu saja terus berlanjut. Bahwa kesan media Australia bahwa ada proyek yang gagal, itu hanyalah berita palsu. Tidak ada proyek yang gagal. Saya tidak tahu jika ada proyek gagal yang terkait dengan kami. Ada mantan pemegang saham yang gagal. Kegagalan total, tetapi kami tidak bertanggung jawab atas pihak ketiga tersebut. Tapi, Anda tahu, kami bersemangat. Kami akan mulai sebentar lagi, tetapi itulah rencana baru untuk bagian Beachside,” ujar McIntyre di Denpasar pada Jumat (12/6/2016}.

McIntyre menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengurus perizinan, Wakilnya berada di Lombok setiap beberapa minggu untuk berbicara dengan pemerintah daerah setempat dan butuh waktu 9 bulan untuk memulihkan hubungan baik dengan Pemda Lombok Barat sejak pihaknya mengambil alih manajemen sejak 9 bulan yang lalu, yang menurutnya sudah dihancurkan oleh pihak lain.

ADVERTISEMENT

“Jadi, Anda melihat riwayat masa lalu seseorang, apakah mereka pernah terlibat melakukan hal-hal ini sebelumnya, dan Anda dapat melakukan riset sendiri tentang orang tersebut. Nanti kalau waktunya sudah tepat kita bisa mulai siaran pers resmi. Saya tidak akan menyebutkan nama-nama individu tertentu karena ada perintah pengadilan federal yang mencegah saya untuk mengungkap identitas orang tertentu dan riwayat masa lalunya di Australia. Setiap jurnalis di Australia, jika mereka pernah mendengar tentang Google, mereka dapat mencari riwayat masa lalunya di Google. Dan jika Anda seorang jurnalis investigasi, dan jika Anda seorang detektif, yang Anda cari adalah pola perilaku,” ungkapnya.

Jamie McIntyre sangat menyangkan pemberitaan media di Australia bahkan media mainstrem juga ikut menyebarkan berita bohong dan meminta untuk melakukan pengecekan fakta.

“Dan akhir-akhir ini dengan banyaknya berita palsu di luar sana, dan media arus utama khususnya dituduh menyebarkan berita palsu. Sejujurnya, saya jauh lebih jujur daripada pers Australia. Saya rasa laporan-laporan terbaru di Australia selama seminggu terakhir agak menyedihkan. Bagaimana mereka bisa salah dalam pemberitaan? pesan saya untuk mereka adalah, saya adalah korban penipuan dan perusahaan saya adalah korban penipuan. Kami adalah pihak yang melapor ke polisi, baik polisi Indonesia maupun polisi Australia. Kami juga telah menghubungi penyelidik kejahatan siber terkemuka di awal tahun untuk meminta bantuan,” katanya.

Ia megatakan bahwa penyelidik kejahatan siber yang sama yang telah menyelidiki pihak ketiga ini di perusahaan sebelumnya, di mana sejumlah besar uang hilang dari klien Australia. ia tidak akan menyebutkan nama perusahaan atau pihak-pihak tersebut.

“Tetapi penyelidik kejahatan siber ini telah menyelidiki individu ini. Dia merujuk saya ke Kepolisian Federal Australia. Dia berkata, “Saya ingin Anda berbicara dengan agen Kepolisian Federal Australia.” ujarnya.

McIntyre mengatakan bahwa mereka [Kepolisian Federal Australia] tahu semua tentang orang tersebut, dan bertanggung jawab atas penipuan proyek kami di Lombok, Indonesia, proyek Marina Bay City. Mereka masih menipu publik dan memperdaya investor di luar sana dengan mengatakan bahwa jika mereka berbisnis dengan mereka, mereka berinvestasi dalam proyek Marina Bay City, padahal tidak demikian.

“Klien-klien tersebut telah berinvestasi dengan kami, mereka tidak memiliki masalah, mereka tidak memiliki kendala. Vila mereka akan dibangun seperti kami membangun vila di salah satu hotel kami di Bali, di mana ada tiga atau empat proyek di Bali. Dan terakhir kali saya berada di Australia, saya berbicara panjang lebar dengan Kepolisian Federal Australia meminta bantuan mereka untuk mengatakan bahwa tampaknya ada perusahaan peniru yang menyesatkan pasar dan mengendalikan aset digital kami, termasuk situs web kami. Hingga hari ini, pihak ketiga ini masih mengendalikan domain marinabaycity.com kami.

McIntyre menjelaskan bahwa selama 12 bulan terakhir, pihak ketiga tertentu berusaha menghancurkan perusahaannya. Pihaknya telah mengalami pemerasan, ancaman, dan intimidasi. Preman dikirim ke depan pintu rumahnya, dan staf wanita terus-menerus diintimidasi. Ia telah diserang selama setahun oleh pihak ketiga tertentu yang ingin menghancurkan perusahaannya, memeras, mencuri dari kami, mencuri klien kami, mencuri uang investor, dan saat ini mencoba untuk terus menipu lebih banyak investor.

“Jadi, sayangnya, ada 30 investor yang tertipu oleh pihak lain ini. Dan kami telah membantu mereka sebisa mungkin. Seperti yang saya katakan, kami melaporkan mereka ke Kepolisian Federal Australia,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Menurut McIntyre, Kepolisian Federal Australia sudah mengkonfirmasi, terakhir kali Ia pergi ke Australia untuk berdiskusi panjang lebar dengan mereka [Kepolisian Federal Australia], mengkonfirmasi bahwa mereka bekerja sama dengan polisi Indonesia terkait Savage Olaf, seorang klien Australia dan seorang pria baik yang tertipu oleh pihak lain ini.

“Dia pikir dia berinvestasi ke proyek saya, merek saya, reputasi saya, hanya untuk mengetahui bahwa uangnya dialihkan ke rekening bank luar negeri dan bukan ke rekening bank kami, di luar kendali kami. Jadi, dia adalah salah satu dari 30 orang yang kami temukan mengalami hal ini. Kemungkinan besar masih terjadi. Situs web marinabaycity.com adalah domain kami yang dikendalikan oleh pihak ketiga ini,” jelas McIntyre.

McIntyre sudah bertanya kepada Kepolisian Federal Australia, dapatkah mereka membantu mendapatkan rekening bank tersebut? Apakah dokumen-dokumen itu bisa dirilis untuk menghemat biaya dan waktu kita melalui sistem pengadilan yang lambat? Untuk mendapatkan laporan rekening bank tersebut agar semua orang dapat melihat ke mana uang itu pergi. Sekarang, pihak lain yang mengklaim berbagai macam hal dapat membersihkan nama mereka secara instan. Yang perlu mereka lakukan hanyalah merilis laporan rekening bank tersebut dan menunjukkan ke mana uang sekitar $6 juta itu pergi.

“Pertanyaan yang seharusnya kita semua tanyakan: Mengapa mereka tidak mau? Jika itu bisa membersihkan nama mereka, rilis saja. Karena jika tidak, itu menunjukkan ada alasan mengapa mereka tidak ingin merilisnya. Dan alasan itu, Anda bisa mengetahuinya sendiri. Karena $10 juta hingga $3,6 juta adalah jumlah uang yang cukup besar yang ingin kita ketahui ke mana uang itu dikirim. Dan Kepolisian Federal Australia dapat mengetahuinya. Dan saya yakin mereka akan mengetahuinya pada waktunya.” kata McIntyre.

“Pertanyaan selanjutnya. Jadi, jika Anda tidak bertanggung jawab, siapa yang bertanggung jawab? Pria tertentu yang tidak akan saya sebutkan namanya karena sebelum dia memulai serangan media ini untuk mencoba mengalihkan dan membelokkan perhatian, trik pesulap. Ya, sebelum pertunjukan puncak berakhir, dia berpura-pura itu orang lain, kan? Lihat ke sini, lihat ke sini! Seperti yang Anda tahu, itu seperti seseorang, selalu hati-hati, seseorang mencuri dompet Anda lalu berpura-pura membantu anda untuk mencarinya. Waspadalah terhadap orang-orang seperti itu,” jelas McIntyre.

McIntyre menjelaskan bagaimana sepanjang waktu investor-investor ini tidak tahu bahwa orang ini telah mencuri dari mereka dan berpura-pura menjadi sahabat mereka. Jadi, sayangnya, siapapun bisa mengerti bahwa ada 30 investor Australia yang tertipu dan mengira mereka akan mendapatkan vila yang dibangun.

“Kami akan membangun vila mereka, kami selalu mengatakan, “Lux akan membangun vila apa pun yang dibayar kepada kami.” Tapi kami bukan badan amal. Jika kami tidak dibayar, kami tidak berkewajiban untuk membangun, kata McIntyre.

“Wartawan Australia dipersilakan untuk terbang dari Australia ke Bali, maaf, jauh lebih baik daripada Australia. Saya yakin mereka tahu di mana Bali berada. Dan mereka bisa datang dan melihat vila-vila kami. Kami membangun, kami menciptakan, kami tidak menghancurkan. Oke? Mari kita ajukan pertanyaan kepada pihak lain yang mengklaim sebagai pengembang terbesar di Asia Tenggara. Kami, cari tahu berapa banyak proyek yang telah mereka bangun. Nol,” kata McIntyre.

McIntyre mempertanyak pihak yang menuduhnya berbohong, berapa banyak proyek yang mereka mulai? Nol. Berapa banyak vila? Hanya satu vila. Bisakah mereka menunjukkan satu vila pun yang telah mereka bangun?.

“Mereka mengaku adalah pengembang terbesar di Asia Tenggara, tidak seperti kita, pemain kecil. Oke. Hanya satu pertanyaan. Bisakah Anda memberikan kompensasi kepada Savas, dari Lux yang terakhir kali diumumkan sebagai korban situasi ini, malah kami sekarang ini sedang mengorganisir kompensasi untuk Savas,” kata McIntyre.

Untuk itu pula pihak McIntyre menawarkan kepada 30 investor ini, karena merasa kasihan kepada mereka. Ia menganggap sungguh tidak adil apa yang telah terjadi pada mereka. Mereka telah disesatkan oleh pihak lain. Jadi, apa yang Ia akan lakukan, adalah menawarkan kepada mereka bahwa pihaknya akan menyediakan, tanpa kewajiban, kami tidak pernah menerima uangnya, pihaknya akan memberi mereka lahan mereka sehingga mereka memiliki sesuatu.

“Kami menawarkan itu kepada seluruh 30 investor, lahan senilai jutaan dolar dari kantong saya sendiri. Dan tahukah Anda apa yang terjadi? Pihak ketiga ini menasihati mereka secara terbuka di percakapan WhatsApp mereka, Jangan terima tawaran itu. Jangan terima tawaran itu. Percayalah padaku, percayalah padaku. Kami akan menangkapnya.” kata McIntyre.

Menurut McIntyre, 30 investor ini ditawari tanah gratis dari kantong McIntyre sendiri untuk membantu mereka. Mereka juga ditawari bantuan untuk berbicara dengan agen Kepolisian Federal yang sedang menyelidiki pihak ketiga ini, dan penyelidik kejahatan siber di Australia.

“Itulah yang kami lakukan untuk membantu, dan kami akan tetap membantu mereka. Um, tetapi sangat disayangkan apa yang telah terjadi. Dan itulah mengapa sejak tahun lalu, sejak kami mengambil alih manajemen, kami telah memperingatkan publik, “Harap waspada bahwa marinabaycity.com tidak berada di bawah kendali kami.” “Itu bukan situs web yang sah.”

Sementara itu kuasa hukum Jamie McIntyre, Komang Ari Sumartawan, S.H. menjelaskan bahwa pihaknya akan menuntut pihak-pihak yang telah mencemarkan nama baik kliennya, dan atau yang merugikan kliennya sesuai aturan hukum di Indonesia, baik perdata maupun pidana.

“Yang kami utamakan adalah pemidanaan. Kenapa? Karena kami tidak ingin investor-investor lain terjebak dalam marketing atau iklan-iklan menamakan diri Marina Bay City, selain yang digunakan oleh Jamie atau PT Bali Real Estate Investment. Karena sampai saat ini trademark itu hanya dipegang oleh Jamie personal,” ujar Komang.

Terkait dugaan gagalnya rencana proyek seperti yang dituduhkan pihak Adrian Campbell, menurut Komang Ari Sumartawan, S.H. bahwa PT Bali Real Estate saat ini sudah mulai aktif membangun, baik penataan lahan, baik penataan perizinan, atau berkoordinasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Lombok Barat. Artinya, dari 10 juta dolar yang dianggap kerugian dari 30 investor itu, dan tadi pagi kami diperiksa oleh Kepolisian Daerah Bali dari Krimum, bahwa kerugian si pelapor ini, Saudara Adrian James Campbell yang melaporkan Jamie McIntyre adalah 3,6 juta dolar sekian.

“Nah, pertanyaannya, sisa dari 10 juta dolar dari yang dilaporkan sebesar 3,6 juta dolar itu siapa yang bawa? Dan kami mendapatkan data kalau sebanyak 30 investor itu setor ke rekening yang ada di Australia, yang kami jelaskan kemarin di Marina Bay Lombok PTY LTD. Itu di bawah kontrol orang lain,” tanya Komang.

Menurutnya, seharusnya semua dana investasi tersebut disetorkan seluruhnya untuk kepentingan project ini. Karena project ini adalah milik investor, milik klien. Karena keterbatasan uang yang tidak dikirim oleh pihak ketiga yang menguasai rekening itu, sehingga mengeluarkan uang pribadinya sendiri untuk melanjutkan pembangunan ini.

“Tetap dari iktikad baik Jamie memberikan sedikit kompensasi kepada para investor agar project ini bisa jalan. Tapi buktinya, ada pihak di WhatsApp thread atau WhatsApp group berusaha menghambat para investor itu untuk menerima tawaran bagus ini,” jelasnya.

Ia menduga 7 juta dolar sisa dari 3,6 itu, terkait dengan orang yang sudah mengarahkan para investor untuk tidak menerima tawaran itu. Itu baru dugaan pihaknya.

“Jadi kalau pertanyaannya siapa yang merugikan investor, tanya dulu: Anda bayarnya ke mana? Ke rekening mana? Apakah uang-uang Anda sudah sampai semua ke developer yang sebenarnya di Indonesia? Nah, itu pertanyaannya. Jadi 7 juta dolar itu ke mana? Dolar Australia loh ya, bukan dolar Amerika,” jelas Komang.

Komang memngaku memiliki sejumlah data yang memang terkait dengan National Australian Bank. Ada bank statement, di sana ada memang transfer ke PT Bali Real Estate Investment. Tapi ada transfer lagi ke rekening-rekening lain di Australia.

“Perusahaan lain ini, kalau tidak salah Marina Bay Holding atau apa. Nah, itu terkait apa kita tidak tahu. Yang kita dapatkan data mentah itu,” tutupnya.

Tags: Jamie McintyreLombokMarina Bay
Tweet16Share25Send
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Featured

Meta Resmi Rilis Layanan Berbayar Instagram dan WhatsApp Plus

Mei 28, 2026
304
Edisi Waterbom & Friends ini rencananya akan menjadi satu andalan yang berkembang sebagai salah satu pengalaman musik paling unik di Bali, menyatukan artis internasional, talenta lokal, dan suasana yang terasa santai dan akrab.
Featured

Waterbom & Friends Hadirkan Nuansa Hip-Hop & R&B Era 90-an, Waterbom Bali Jadi One Stop Destination

Mei 30, 2026
301
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kuasa hukum Jamie McIntyre Komang Ari Sumartawan, SH saat konferensi pers

Kuasa Hukum Jamie McIntyre Bantah Tuduhan Kliennya Lakukan Penipuan, Surat Kuasa Pelapor Belum Memenuhi Persyaratan Hukum di Indonesia

Juni 5, 2026
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Diganti Naniek Deyang

Juni 2, 2026
Modus Opeandi Silmy Karim

Modus Lihai Silmy Karim, Duit Hasil Peras WNA Disimpan Pakai Rekening OB hingga Cleaning Service

Juni 4, 2026

Masyarakat Desa Lambusango Buton Kecewa, Blokir Jalan Hauling PT. Bumi Buton Delta Megah

Mei 30, 2026
I Wayan Disel Astawa

I Wayan Disel Astawa Mundur Dari Pilkada Badung

0

Polemik Sewakan Tanah Tanpa Sepengetahuan Krama Kembali Memanas, Warga Desa Adat Bugbug Sepakat Gelar Paruman

0

24 Mahasiswa Magister Manajemen FEB Unud Terhipnotis, Rasakan Konsep Tri Hita Karana The Royal Pita Maha dan Taman Dedari

0

Puan Maharani Kembali Jadi Ketua DPR RI Periode 2024-2029

0
Klarfikasi Jamie McIntyre
Jamie McIntyre Klarfikasi Pemberitaan Media Australia

Jamie McIntyre Klarfikasi Pemberitaan Media Australia, Pengakuan Pihak Lain Telah Membangun Villa Adalah Nol Besar

Juni 12, 2026
Anak Agung Gede Agung Aryawan

Kohinoor Tak Dibongkar, Ormas ARUN Bali Dukung Ngurah Aryawan Pertanyakan Wali Kota soal Tebang Pilih

Juni 12, 2026
Upaya Penyelundupan 7 WNA Tiongkok ke Australia

Imigrasi Kendari Gagalkan Upaya Penyelundupan 7 WNA Tiongkok ke Australia

Juni 12, 2026
Azmar, pemuda yang dibacok Beramai-ramai hingga Buta

Warga Bau-bau Yang DIbacok Hingga Buta Malah Dijadikan Tersangka, Keluarganya di Intimidasi

Juni 12, 2026

Recent News

Anak Agung Gede Agung Aryawan

Kohinoor Tak Dibongkar, Ormas ARUN Bali Dukung Ngurah Aryawan Pertanyakan Wali Kota soal Tebang Pilih

Juni 12, 2026
296
Upaya Penyelundupan 7 WNA Tiongkok ke Australia

Imigrasi Kendari Gagalkan Upaya Penyelundupan 7 WNA Tiongkok ke Australia

Juni 12, 2026
299
Azmar, pemuda yang dibacok Beramai-ramai hingga Buta

Warga Bau-bau Yang DIbacok Hingga Buta Malah Dijadikan Tersangka, Keluarganya di Intimidasi

Juni 12, 2026
298
Meksiko vs Afrika Selatan

Skor Langsung Meksiko vs Afrika Selatan Piala Dunia FIFA 2026: Sithole diusir keluar lapangan pada menit ke-50

Juni 11, 2026
293
Pembukaan Piala Dunia 2026

Kemegahan Tiga Upacara Pembukaan Piala Dunia 2026 dari Tiga Tempat Berbeda

Juni 11, 2026
297
Kasus Andrie Yunus

2 Terdakwa Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dipecat dari TNI

Juni 10, 2026
300

Saluran Utama Google News Berita Sirkulasi

Tentang

BeritaSirkulasi.com merupakan Media online dan situs berita terpercaya di Indonesia dibawah manajemen PT. Mirah Media Sirkulasi sebagai perusahaan Media Cyber. Fokus menyajikan berita berkualitas, cepat dan akurat. Menjangkau daerah, nasional dan internasional.

Redaksi

Alamat Redaksi : Jln. Gunung Salak, Komplek Perum Prada No.1E Padang Sambiankelod, Denpasar Barat Kode Pos: 80117.
Emal : beritasirkulasi@gmail.com
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber Kode Etik Jurnalistik Undang-undang Pers Disklaimer

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact

BeritaSirkulasi.com © 2026

No Result
View All Result
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Seni Budaya
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Hiburan

BeritaSirkulasi.com © 2026

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Exit mobile version