Badung, Sirkulasi | Suasana kemeriahan perayaan Hari Kartini 21 April 2026 yang selenggarakan Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan Bali tampak meriah dengan menapilkan sejumlah kegiatan seperti penampilan tari, sosialisasi dari Dinas Sosial Prov. Bali, pelatihan salon serta beberapa acara hiburan lainnya.
Dengan menggandeng Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali. Perayaan Hari Kartini kali ini mengusung tema Habis Gelap Terbitlah Terang dimaksudkan sebagai wujud dari perjuangan Kartini yang tak pernah putus asa dalam memperjuangkan hak kaum perempuan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Kepala Dinas Sosial P3A Provinsi Bali, Ketua Forum PUSPA Provinsi Bali , jajaran kepala dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, tim delegasi reclassering Netherland,(Probation officer of netherland), para narasumber, serta tamu undangan lainnya.
Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan Pancasila, serta lagu Ibu Kita Kartini yang menambah suasana nasionalisme dan semangat emansipasi perempuan. Kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan tari adat nusantara yang dipersembahkan oleh warga binaan Lapas Perempuan Kerobokan.

Memasuki sesi sambutan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali Bapak Decky Nurmansyah, menyampaikan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi warga binaan perempuan sebagai bagian dari upaya reintegrasi sosial.
Acara kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Kepala Dinas Sosial P3A Provinsi Bali dr.A.A Sagung Mas Dwipayani, M.Kes yang menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan di berbagai sektor. Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan (PUSPA) Provinsi
Bali Ny. Seniasih Giri Prasta yang juga pada kesempatan ini memberikan sambutan.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Ni Luh Putu Andiyani, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini ini menjadi momentum penting dalam membangun semangat, keterampilan, dan kepercayaan diri warga binaan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan dapat terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan keterampilan, serta memiliki bekal positif untuk kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa pembinaan,” ujarnya.
Melalui sinergi lintas instansi ini, diharapkan upaya pemberdayaan perempuan, khususnya di lingkungan pemasyarakatan, dapat terus diperkuat sejalan dengan semangat perjuangan R.A. Kartini dalam mewujudkan perempuan yang mandiri, berdaya, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan nyata, dilakukan penyerahan bantuan paket pelatihan sanggul dan makeup dari Dinas Sosial P3A Provinsi Bali kepada Lapas Perempuan Kerobokan,
kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Acara dilanjutkan dengan giat meninjau area pembinaan kemandirian lapas perempuan kerobokan yakni Kebun SAE , pembinaan pembuatan kripik tempe T’Kor, baking atau membuat kue, giat menjahit, merajut serta pembuatan kipas
Kegiatan inti berupa sosialisasi dan pelatihan menghadirkan narasumber dari Yayasan Brahmakunta Bali dengan materi “Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045” serta “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang memberikan motivasi dan wawasan kepada warga binaan untuk terus berkembang.
Selain itu, dilaksanakan pula pelatihan sanggul dan makeup yang diikuti oleh 20 orang warga binaan, serta kegiatan sosialisasi pemberdayaan perempuan yang diikuti oleh 80 peserta. Kegiatan ditutup dengan peragaan hasil pelatihan berupa fashion show, menampilkan kreativitas dan kepercayaan diri warga binaan.
Warga binaan juga memberikan aksi tarinya diawal acara, fashionshow busana Kartini, serta pameran atas hasil karya wargabinaan ada tas, syal, kipas tangan, kain rajut, lukisan dll.
Warga binaan wanita ini setelah keluar dari sini mereka menerima sertifikasi hasil karya mereka yang mereka lakukan selama didalam Lapas wanita “, jelas Andiyani.
Kerajinan dan pembuatan makanan siap saji telah banyak dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk saat acara kongres International kemarin juga di pamerkan dan dijadikan souvenir untuk tamu-tamu delegasinya “, tambah Andiyani.
Kegiatan seperti memasak, salon kecantikan, hias kuku jari, berkebun melon dan anggur, perternakan budidaya ikan lele dan ayam.
Jumlah warga binaan wanita di Lapas Kerobokan berjumlah 258, 12 diantaranya wna atau warga negara asing, ditambah 5 anak bayi, semetara kapasitas disini seharusnya hanya 120 orang.























