Tercatat Ada 62 Kasus ‘Super Flu’ Di Indonesia, Apa Saja Gejalanya Dan Apakah Meningkatkan Risiko Kematian?

Sejumlah negara bagian AS saat ini mencatat prevalensi influenza sangat tinggi, di antaranya Colorado, Louisiana, New Jersey, New York, dan South Carolina.

Jakarta, Sirkulasi | ementerian Kesehatan diminta mewaspadai peningkatan kasus influenza A subclade K yang dikenal dengan super flu. Sebab, varian baru ini “lebih agresif sehingga lebih cepat menular dan menyebabkan gejala yang lebih berat—terutama pada lansia, anak, dan orang dengan penyakit komorbid”.

Sebelumnya, Kemenkes menyebut hingga akhir Desember 2025, tercatat ada 62 kasus influenza A subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak.

Adapun secara global, peningkatan kasus influenza A (H3N2) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak akhir September 2025, seiring dengan masuknya musim dingin.

Subclade K pertama kali terdeteksi oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC) AS pada Agustus 2025 dan hingga kini dilaporkan telah menyebar di lebih dari 80 negara.

Apa itu super flu?

Istilah “super flu” sebetulnya tidak dikenal dalam terminologi medis. Nama itu popular dipakai sebagai nama umum untuk menggambarkan varian virus influenza yang agresif, mudah menyebar, dan menimbulkan gejala yang lebih berat.

Secara ilmiah, virus yang dijuluki “super flu” tersebut diidentifikasi sebagai influenza tipe A subvarian H3N2 dengan subclade K. Subclade K merupakan varian baru yang pertama kali teridentifikasi oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025.

CDC Amerika Serikat mencatat hingga 20 Desember 2025, sedikitnya 7,5 juta orang terinfeksi influenza. Dari angka itu, sekitar 81.000 pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit, sementara lebih dari 3.100 orang dilaporkan meninggal.

Sejumlah negara bagian AS saat ini mencatat prevalensi influenza sangat tinggi, di antaranya Colorado, Louisiana, New Jersey, New York, dan South Carolina.

AS juga melaporkan seluruh indikator pemantauan Utama menunjukkan tren peningkatan, mulai dari hasil pemeriksaan laboratorium, kunjungan rawat jalan, angka rawat inap, hingga kematian.

Lonjakan kasus ini disebut didorong dominasi virus influenza tipe A subvarian H3NA dengan subclade K.

Berapa banyak kasus super flu di Indonesia?

Sejauh ini lebih dari 80 negara telah melaporkan adanya kasus “super flu”. Di kawasan Asia, varian baru influenza tersebut juga terdeteksi di sejumlah negara seperti China, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025.

Meskipun menjadi varian dominan, tren kasus di negara-negara itu menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.

1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button