Lindsay Sandiford Terpidana Mati asal Inggris, Mengatakan Andrew Chan adalah Pahlawan Baginya

Keduanya menjadi sahabat karib di LP Kerobokan Bali dimana tempat Chan menghabiskan satu dekade sebelum dieksekusi mati pada April 2015.
Jakarta, Sirkulasi – Perjanjian repatriasi antara pemerintah Indonesia dan Inggris telah disepakati yang akan memulangkan Lindsay Sandiford ke Inggris.
Menurut Metro Online, Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, telah menandatangani perjanjian repatriasi dengan Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper.
“Pemindahan ini tampaknya akan memakan waktu ‘sekitar dua minggu,” kataYusril.
Yusril mengatakan tentang Lindsay berusia 69 tahun itu: “Lindsay sudah tua dan sakit. Selama menjalani hukuman di penjara, dia berperilaku baik, jadi itu alasan yang cukup untuk memenuhi permintaan pemerintah Inggris agar dia dipulangkan dan menyelesaikan hukumannya di sana.” jelas Yusril di Jakarta pada (21/10/2025).
Pdt. Christie Buckingham, seorang pendeta di Gereja Bayside di Melbourne, Australia, adalah salah satu orang yang telah lama berkampanye untuk pembebasan Sandiford. Saat ini dia berada di Bali dan telah berbicara dengan Sandiford.
“Kami sangat berterima kasih atas keberanian dan belas kasih yang ditunjukkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah Indonesia dalam komitmen mereka untuk memulangkan Lindsay Sandiford atas dasar kemanusiaan,” ujar pendeta tersebut kepada Metro Online mengenai pembebasan nenek Inggris tersebut yang masih tertunda.
Buckingham lebih lanjut mengatakan bahwa Sandiford ‘sangat ingin kembali ke rumah bersama keluarganya, “Dia akan selamanya bersyukur atas kesempatan kedua ini,” tambah Buckingham.
Sebelum kesepakatan pembebasannya dibuat, Sandiford menyampaikan satu keinginan terakhirnya: agar keluarganya tidak melihatnya sebelum dieksekusi.
“Ketika itu terjadi, saya tidak ingin keluarga saya datang. Saya tidak ingin ada keributan sama sekali. Satu hal yang pasti tentang hidup adalah tidak ada yang bisa keluar hidup-hidup,” kata ibu dua anak itu kepada Mirror.
Untungnya, hal ini tidak akan terjadi lagi, dan Sandiford akan segera dipertemukan kembali dengan orang-orang terkasihnya.
Andrew Chan adalah Pahlawan Baginya
Lindsay Sandiford asal Inggris yang dijatuhi hukuman mati di Indonesia mengatakan bahwa Andrew Chan, warga negara Australia yang dieksekusi mati, adalah pahlawan baginya.
Ia menggambarkan Chan, salah satu dari dua warga negara Australia yang dieksekusi oleh regu tembak pada April 2015 lalu karena perannya dalam rencana penyelundupan heroin, sebagai “salah satu pahlawan dalam hidup saya,” ujarnya.
Keduanya menjadi sahabat karib di penjara, tempat Chan menghabiskan satu dekade setelah ditangkap sebagai salah satu anggota kelompok penyelundup Bali Nine.
Chan, yang menjadi pendeta Kristen di penjara, dan sesama warga negara Australia, Myuran Sukumaran, dieksekusi pada April 2015.(*)









