Nanik mulai dikenal di dunia politik saat bergabung dalam tim pemenangan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpers) 2019.
Kala itu, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur untuk pasangan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Usai kemenangan Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden 2024, Nanik mendapat kepercayaan untuk bergabung dalam pemerintahan.
Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024, ia resmi menjabat sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024–2029.
Penunjukan tersebut menandai babak baru dalam perjalanan karier Nanik setelah puluhan tahun berkiprah di dunia jurnalistik dan media.
Di BP Taskin, ia mengemban tugas untuk mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan melalui berbagai program strategis nasional.
Nanik juga ditunjuk sebagai komisaris independe PT Pertamina (Persero) pada Juni 2025.
Tak berselang lama, dirinya juga diangkat menjadi Wakil Kepala BGN pada 17 September 2025. Namun, dengan waktu bersamaan ia juga diberhentikan dari jabatannya di BP Taskin.
Harta Kekayaan Nanik S Deyang
Melansir dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Nanik S Deyanng melaporkan total kekayaannya senilai Rp6.303.290.605 per 17 Januari 2026.
Dari total keseluruhan, sebagian harta Nanik bersumber dari aset tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp5,4 miliar.
Ia juga memiliki sejumlah properti di kawasan Bekasi dan Depok Jawa Barat. Salah satu aset tanah dan bangunan yang dimiliki Nanik di Depok seluas 237 meter persegi/320 meter persegi dengan nilai Rp1,5 miliar.
Nanik juga mempunyai properti lain di Depok dengan nilai bervariasi mulai Rp163 juta hingga Rp1,2 miliar. Selain itu, aset Nanik pada kategori alat transportasi dan mesin mencapai Rp705 juta.






















