Panitia Musprov Kadin Sultra Klarifikasi Baliho Ucapan Selamat

Sastra Alamsyah: Ucapan selamat adalah bentuk dukungan moral dan apresiasi terhadap kegiatan organisasi sehingga tidak perlu ditarik ke ranah lain.

Kendari, Sirkulasi | Panitia Musyawarah Provinsi (Musprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara memberikan klarifikasi terkait baliho ucapan “Selamat Musprov Kadin Sultra” yang memicu beragam tafsir di ruang publik.

Sebagaimana pada acara Musyawarah Provinsi (Musprov) Kadin Sultra ke-VIII yang berlangsung di Swiss Bell Hotel Kendari, Sabtu (14/02/2026), terdapat billboard besar di depan hotel tempat acara Musprov Kadin Sultra 2026 berlangsung.

Kemudian billboard ucapan tersebut menimbulkan sejumlah penafsiran, pasalnya billboard itu hanya menampilkan foto Gubernur Sultra Andi Sumangerukka di sisi kiri papan reklame tanpa menyandingkannya dengan gambar Wakil Gubernur Sultra Hugua.

Ketua Panitia Musprov Kadin Sultra, Sastra Alamsyah, menegaskan bahwa Musprov merupakan agenda organisasi, bukan kegiatan pemerintah.

Baliho Ucapan Selamat Musprov Kadin Sultra 2026

“Ini adalah acara Kadin, bukan acara pemerintah. Jadi siapapun dapat memberikan ucapan, baik gubernur maupun pihak lainnya,” ujar Sastra kepada pewarta media ini, Minggu (15/02/2026).

Menurutnya, pemasangan baliho ucapan merupakan hal yang lazim dalam setiap kegiatan organisasi, termasuk Musprov Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Ucapan tersebut, kata dia, tidak memiliki implikasi politis maupun administratif.

Lanjut Sastra, ucapan selamat adalah bentuk dukungan moral dan apresiasi terhadap kegiatan organisasi sehingga tidak perlu ditarik ke ranah lain.

Panitia juga memastikan bahwa seluruh rangkaian Musprov dilaksanakan secara independen sesuai mekanisme organisasi, tanpa keterkaitan dengan agenda atau kepentingan pemerintahan daerah.

Billboard yang terlihat hingga Sabtu malam itu akhirnya dicopot pada Minggu (15/2/2026) pagi. Papan reklame itu sudah tak terlihat sekitar pukul Minggu pagi sekitar pukul 10.00 Wita.

Sastra berharap klarifikasi ini dapat meluruskan persepsi masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman.(*ade)

Back to top button