Iran Hantam Kapal Induk AS Abraham Lincoln dengan 4 Rudal Balistik

Garda Revolusi Iran juga memperingatkan wilayah daratan dan laut yang bisa menjadi kuburan bagi musuh mereka.

Jakarta, Sirkulasi | Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeklaim telah menembakkan empat rudal balistik ke kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln (CVN-72). Operasi ini disebut sebagai babak baru eskalasi konflik Iran dengan AS dan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan dalam komunike ketujuh terkait Operasi “True Promise 4” yang dirilis Kantor Humas IRGC, dan disiarkan oleh Kantor Berita Tasnim, Minggu (1/3/2026).

“Kapal induk Angkatan Laut AS Abraham Lincoln diserang dengan empat rudal balistik,” kata Garda Revolusi, dikutip dari Turkiye Today.

“Serangan dahsyat angkatan bersenjata Republik Islam Iran terhadap kekuatan militer musuh yang lelah memasuki fase baru, dan darat dan laut akan semakin menjadi kuburan para agresor teroris,” lanjutnya, dilansir dari EurAsian Times.

Garda Revolusi Iran juga memperingatkan wilayah daratan dan laut yang bisa menjadi kuburan bagi musuh mereka.

Adapun USS Abraham Lincoln telah beroperasi di Laut Arab sejak akhir Januari. Belum ada konfirmasi langsung tentang kerusakan atau korban jiwa dari militer AS akibat serangan itu.

Seperti diketahui, AS dan Israel meluncurkan serangan yang diberi nama Epic Fury ke Iran pada Sabtu (28/2). Serangan itu menewaskan sejumlah petinggi Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, serta ratusan warga Iran lainnya.

Iran kemudian meluncurkan serangan balasan pada Sabtu (28/2) dan Minggu (1/3). Pada Sabtu (28/2), Iran juga telah meluncurkan serangan ke Riyadh dan provinsi Timur Saudi.

Akan tetapi, klaim Iran mengenai serangan ini belum dapat diverifikasi secara independen. Hingga berita ini diunggah, Pentagon maupun Angkatan Laut AS belum memberikan tanggapan. Secara terpisah, Pentagon mengumumkan tiga anggota militer AS tewas dalam pertempuran dan lima lainnya luka parah dalam operasi melawan Iran, tanpa merinci lokasi maupun detail kejadian.

Para korban tersebut menjadi yang pertama diumumkan di kalangan personel AS sejak Amerika melancarkan serangan besar-besaran ke Iran, menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu (28/2/2026).

Exit mobile version