Diduga Standar Keamanan Lemah, Kecelakaan Padel Amare Masuk Ranah Hukum

Permainan padel memang mengizinkan pantulan bola dari dinding kaca lapangan sebagai bagian dari permainan, namun kaca yang digunakan seharusnya memenuhi standar keselamatan internasional untuk fasilitas olahraga, seperti kaca tempered berkualitas tinggi yang dirancang untuk meminimalkan cedera jika pecah.

Badung, Sirkulasi | Insiden serius yang melibatkan pecahnya kaca lapangan padel di Amare Padel, Canggu, Bali, kembali menjadi sorotan setelah seorang pemain asal Australia mengalami luka parah saat bermain pada 12 Februari 2026. Insiden ini memunculkan pertanyaan tajam mengenai standar keselamatan fasilitas olahraga di Bali, sekaligus memicu pengaduan resmi dan laporan polisi oleh korban serta rekan-rekannya.

Kejadian berlangsung ketika pemain yang tengah mengejar bola berlari dengan kecepatan penuh dan menabrak panel kaca setinggi sekitar 3 meter di belakang lapangan. Dalam rekaman CCTV yang beredar, seluruh panel kaca tersebut pecah seketika dan jatuh menghantam pemain, menyebabkan luka serius di bahu, kaki, dan sebagian tubuh lainnya. Beberapa luka dilaporkan mencapai kedalaman beberapa sentimeter, dan korban sempat kehilangan banyak darah sebelum mendapat pertolongan medis.

Setelah kejadian itu viral di media sosial dan komunitas padel, korban bersama istrinya memutuskan untuk kembali ke Australia demi menjalani operasi darurat guna mengeluarkan serpihan kaca dari tubuhnya. Sebelumnya ia sempat mendapat perawatan awal di rumah sakit di Bali.

“Ini bukan hanya insiden sekali dua kali. Dari yang kami ketahui, kejadian serupa pernah terjadi beberapa kali sebelumnya di tempat yang sama,” kata sumber dari pemain yang mengalami kecelakaan tersebut, mengindikasikan bahwa masalah keselamatan pada instalasi kaca telah terjadi berulang.

Permainan padel memang mengizinkan pantulan bola dari dinding kaca lapangan sebagai bagian dari permainan, namun kaca yang digunakan seharusnya memenuhi standar keselamatan internasional untuk fasilitas olahraga, seperti kaca tempered berkualitas tinggi yang dirancang untuk meminimalkan cedera jika pecah.

Sejumlah pemain dan pengamat menilai bahwa insiden ini memperlihatkan potensi kekurangan dalam standardisasi material dan instalasi lapangan, sekaligus menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan atlet dan pengunjung. Beragam pengaduan terhadap pihak manajemen Amare Padel pun telah diajukan, termasuk permintaan audit keselamatan dan klarifikasi penggunaan material.

Sementara itu, korban beserta saksi-saksi telah membuat laporan resmi ke pihak berwajib untuk menindaklanjuti dugaan kelalaian fasilitas tersebut. Hingga saat ini pihak pengelola Amare Padel belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden yang terjadi minggu lalu.

Kasus ini menjadi momen penting bagi pengelola fasilitas olahraga di Bali untuk mengevaluasi dan meningkatkan standar keselamatan demi mencegah tragedi serupa di masa mendatang. (*)

Exit mobile version