Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan Bali Pamerkan Sejumlah Karya Anak Binaan, Salah Satunya Rajutan Tangan Lindsay Sandiford

Syarat bagi warga binaan untuk mengikuti program ini adalah sudah menjalani setengah atau 2/3 masa hukuman dan berkelakuan baik.
Badung, Sirkulasi – Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan Bali giat melaksanakan pembinaan dengan kegiatan bengker(Bengkel Kerja) yang dilakukan oleh warga binaan, seperti bertani, membuat kerajinan tangan, kuliner berupa camilan dan kue kering.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Kerobokan Bali Ni Luh Putu Andiyani menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program kemandirian yang digagas Presiden Prabowo sejalan dengan himbauan Gubernur Bali Wayan Koster agar warga binaan menunjukkan perubahan perilaku, memperbaiki kualitas dan mengembangkan kompetensi diri.

“Kami melihat potensi warga binaan bahwa program ini dapat menghasilkan pendapatan dari berbagai kegiatan pembinaan dimana nanti hasinya akan berupa PNPB sedangkan bagi warga binaan akan mendapat keuntungan berupa premi yang ketentuannya sudah diatur dalam undang-undang tentang pemasyarakatan,” jelas Andiyani pada Rabu (22/10/2025).
Andiyani juga menambahkan bahwa syarat bagi warga binaan untuk mengikuti program ini adalah sudah menjalani setengah atau 2/3 masa hukuman dan berkelakuan baik.
“Intinya berkelakuan baik selama berada di Lapas,” ujarnya.
Ia pun menunjukkan sejumlah hasil karya anak binaan berupa hasil-hasil kerajinan tangan, kue pia, keripik yang terbuat dari tahu serta hasil rajutan tangan Lindsay Sandiford yang rencananya akan segera dipulangkan ke negaranya Inggris karena usianya yang sudah tua dan menderita penyakit diabetes dan hipertensi.
“Lindsay biasanya ikut kegiatan disini, merajut dan juga mengajarkan cara merajut, cuma karena kesehatannya menurun kegiatannya dilakukan didalam kamarnya,” jelasnya.

Hasil dari karya anak binaan LPP Kerobokan ini yang berupa keripik di ‘branded’ Tekor yang artinya Tempe LPP Kerobokan dimana proses menjadi tempe semua dilakukan dari awal di Bengker dan pemasarannya sudah mulai dilakukan dibeberapa tempat pejualan bahkan sudah mulai ditawarkan keluar daerah Bali. Sementra untuk kue pia, pihaknya sudah mendapat kunjungan dari beberapa pengusaha yang berminta, hanya terkendala sertifikasi halal yang sudah dalam proses.
“Jadi ini full dukungan lapas, tapi tidak menutup kemungkinan bekerjasama dengan pengusaha,” ujarnya.
Terkait rencana pemulangan Lindsay Sandiford ke Negaranya, pihaknya tidak bisa memastikan.
“Saya sendiri tau beritanya sewaktu ada di jakarta, tidak ada arahan dan tidak ada persiapan,” tutupnya.








