Penyuluh Agama Hindu Kota Mataram Sambangi Warga Pagesangan, Beri Pemahaman dalam Penyelesaian Administrasi Akta Pernikahan

Mataram, Berita Sirkulasi – Penyuluh Agama Hindu Non Pegawai Negeri Sipil sangat penting karena penyuluh merupakan ujung tombak dari sistem pembinaan umat dan sekaligus sebagai agen perubahan terhadap segenap umat Hindu di seluruh wilayah binaan. Hal tesebut disampaikan I Gede Jaya Sunadha saat melakukan penyuluhan di Desa Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram-NTB pada Kamis (28/3/2024).

Menurut Sunadha, dalam memberikan pembinaan kepada Umat/Masyarakat harus dilakukan dengan tulus, dan yang terakhir dalam memberikan pembinaan dan pelayanan kepada Umat/Masyarakat dilakukan dengan Ikhlas tanpa mengharapkan imbalan apapun.

Salah satu contoh yang telah dilaksanakan oleh Sunadha melakukan pelayanan Umat salah satunya membantu masyarakat dalam penyelesaian administrasi akta pernikahan. Menurut Gede, pengurusan akta pernikahan itu sangat penting supaya perkawinan kedua mempelai diakui dan sah secara hukum negara.

Seperti diketahui dalam Undang-Undang No.1 Tahun 1974 menentukan secara tegas bahwa suatu perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu (pasal 2 ayat (1)) dan tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku (pasal 2 ayat (2)). Dengan demikian sahnya suatu perkawinan menurut UU No.1 tahun 1974 adalah apabila telah memenuhi ketentuan pasal 2 ayat (1) dan (2). Ketentuan tersebut merupakan syarat kumulatif, oleh karena itu suatu perkawinan yang dilakukan menurut hukum agama tanpa dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah, belum dianggap sebagai perkawinan yang sah menurut hukum positif yang berlaku di Indonesia perkawinan inilah yang disebut dengan perkawinan di bawah tangan.

Salah seorang yang juga menjadu penyuluh Agama Hindu Non PNS Kota Mataram I Gusti Bagus Sakah Sumaragatha, S.H.,M.H a membenarkan bahwa sesuai dengan Atharwa weda XX. 18.3: mereka yang senantiasa sadar terhadap dharma akan mencapai kebahagian tertinggi.

“Dalam hindu mengenal dua kewajiban (dharma) yaitu dharma agama dan dharma negara. selain melakukan dharma agama umat hindu harus juga melakukan dharma negara yaitu salah satunya melaksanakan ketentuan undang-undang salah satunya undang-undang perkawinan agar pencatatan perkawinan menjadi sah dan untuk mewujudkan masyarakat yang tertib untuk mewujudkan cita-cita bangsa,” tutupnya. Red/Gdedharme

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button